Rabu, 21 Mei 2014

Ghin,



Ghin,.

Tahu kah dirimu? Ketika lautan ditunggangi bara api, apa yang terjadi?
Akankah kau tetap berani melintas sendiri, meski kau melintas tanpa bersentuhan dengan api itu? Tak adakah seseorang yang menggapai tangan mu, meski Tuhan dekat dengan urat nadi mu. Benarkah semua akan berjalan bersama seseorang yang akan membantumu ? Masihkah kau bertahan ghin? Teruslah berenang di bawah kobaran api di laut itu, setidaknya kau berjalan. Dari pada terus tenggelam bersama kegelapan dan dinginnya lautan. Cintai lah dirimu ghina, cintai lah dirimu, teruslah berjala...

Selasa, 18 Juni 2013

ASUMSI BELAKA

aku sekarang duduk mengahadapmu
barang canggih buatan manusia lain
membentuk siku-siku
terpampang didepanku sebuah layar,
akan aku lakukan apapun
dan aku menulis

in tak enak
di dalam, di dalam batiku
rasa itu semakin membelenggu
seperti hanya berputar pada lingkaran yang tak berujung

mereka kulihat dan kuperhatikan
sebagian tapi,
dari layar ini
aku mengendap ingin tahu
tapi tidak sekedar ingin tahu

aku perhatikan mereka
semakin bijak ada
semakin kata anak sekarang "lebay" ada lah

bukankah semua itu metamorfosis
mereka bijak karena mereka berproses jadi bijak
mereka yang lebay masih berjalan,mencari si bijak

aku yang terduduk mengamati
di depan mereka, ikut hanyut kegalauan
terkadang bijak, tapi ikut lebay juga

bukankah itu penengah namanya?
aku tak suka sebenarnya
menjadi penengah , yang tahu segalanya
itu mengubah ku
mengubah lengkuk bibirku, terkadang

"tahu" itu tidak selalu menjaminku
bagaimana denganmu, kawan?
tahu sesuatu itu mengerikan, kadang kala
sebab akhirnya kamu harus memilih salah satu

Sabtu, 04 Mei 2013


LIHAT AKU, LIHAT KAMU
Lihat diriku
Pandang aku yang menunduk malu
Lihat dirimu
Gagah beranimu hancurkan aku

Lihat diriku
Benar tertelan pelan
Dalam kedamaian mematikan
Lihat dirimu
Terus perkasa menginjak
Seakan kakimu penuh kuasa

Lihat diriku
Penuh ambigu rasa
Diacuhkan setengah saja
Lihat dirimu
Penuh kepercayaan
Membusungkan dada padaku

Lihat diriku
Panggilanku non volume
Kunci telingamu tertelah olehmu
Panggilanku semu bagimu

Lihat dirimu
Rasa tinggi hilang kunci
Telinga terisolasi,untuk ku

Lihat diriku
Pandanglah aku sejenak
Merajut senyum, meski setengah hati
Lihar dirimu
Pandang aku sejenak
Balas rajut suara senyum basa basiku
Jangan ACUHKAN AKU!!!
Dan…
sambung tangan kita, lagi

Minggu, 07 Oktober 2012

TELAH LEPAS


Siapa orang tak terpikat
pada rembulan malam penghilang pedih
duka lara terusik pergi
Ribuan kekecawaan berhamburan
bagai buih debu yang malang

Rasa rindu terbawa angin ke hatinya
luapan kelegaan akan menembus
luka dalam kegelapan
Terusik mimpi malam
pada malam penuh kegetiran
ruang waktu seakan berlalu
untuk kesekian waktu hidupku




Sabtu, 25 Februari 2012


EGOIS

Pernah kamu merasa jika semua hilang
Jiwamu kan meninggalkanmu
Pernahkah kamu bayangkan hatimu hancur
Dirimu hilang menjadi abu
Menghilang tak kepalang
Tak terpandang oleh mata
Hei!!
Bisakah semua usai
Setelah kekejaman ku pada mu
Sungguh bodoh hanya aku
Tak mengerti semua yang hanya berakhir
Buta mati hitam sepi,.
Tiada terkira mundur selangkah
Hanya akan menghindari’
Tak mampu sebenarnya
Hilangkan segala sesuatu itu
Hanyalah dengan satu tanganmu
Sadarlah kamu
Tak berhak atas itu
Kecuali garis merah yang memang tlah ada

Jumat, 17 Februari 2012

SENYUMAN



senyum....senyum...senyum !!!!

Dalam fisiologi, senyum adalah ekspresi wajah yang terjadi akibat bergeraknya atau timbulnya suatu gerakan di bibir atau kedua ujungnya, atau pula di sekitar mata. Kebanyakan orang senyum untuk menampilkan kebahagian dan rasa senang.
Senyum itu datang dari rasa kebahagian atau kesengajaan karena adanya sesuatu yang membuat dia senyum, Seseorang sendiri kalau senyum umumnya bertambah baik raut wajahnya atau menjadi lebih cantik ketimbang ketika dia biasa saja atau ketika dia marah.
Sang senyum – lengkungan yang menurut Pak Gede Prama bisa meluruskan banyak hal – adalah hal yang luar biasa. Ia seperti oase di tengah gurun pasir.  Ia seperti setetes air jernih dari mata air yang bisa menghilangkan dahaga.  Ia seperti udara bagi yang tercekik.  Ia seperti sumbangan uang bagi fakir miskin yang dirawat di rumah sakit.  Ia seperti mangga muda bagi ibu muda yang sedang ngidam.  Ia seperti pinjaman uang bagi yang sedang membutuhkan.  Ia juga seperti semangkuk mie instan bagi pengungsi yang kelaparan. 
Senyum pada hakikatnya adalah kebutuhan manusia.  Siapa yang senang tersenyum membuat jiwa, perasaan, pikiran dan fisiknya terpenuhi salah satu kebutuhannya.  Bila manusia tidak senang tersenyum, ada luka di jiwa, rasa dan pikirnya.  Sang jiwa yang terluka membuat hidup dipenuhi kegelisahan.  Sang rasa yang terluka membuat hidup tidak tenang.  Sang pikir yang terluka membuat hidup penuh beban.
Lalu, senyum itu ada aturannya tdk??? hayo siapa tau??
Senyum tulus ada aturannya?  Ya, ada.  Aturan ini saya dapat dari dua orang guru saya.  Pertama Pak Jamil Azzaini.  Kedua, Pak Amir Tengku Ramly.  Pertama sekali, saya belajar dari Pak Jamil, bahwa senyum itu harus 227.  Artinya senyum baru terlihat tulus dengan menarik bibir ke kanan 2 cm, ke kiri 2 cm, pertahankan minimal selama 7 detik.  Bila kurang dari 7 detik, maka senyum itu akan kehilangan ketulusannya.
Aturan ini lalu disempurnakan oleh Pak Amir.  Menurut Pak Amir, senyum itu harus 127.  Angka satu artinya sang senyum harus lah berasal dan bertujuan untuk menyatukan hati. Hati yang memberi dan menerima senyum.  Dengan begitu, senyum itu berperan sebagai pengikat dan jembatan antara satu diri dengan diri-diri yang lain. Sedang angka 2 dan 7, maknanya sama dengan aturannya Pak Jamil..
Maka tidak ada salahnya kita tersenyum kan???
tapi nukan berarti terus tersenyum lo,...ya nanti takutnya orang lain salah sangka,, hehe. begitulah teman-teman marilah tersenyum. senyum merupakan anugerah dari Tuhan,..agar kita menggunakannya untuk sesuatu kebaikan. Kebaikan itu adalah membuat orang yang melihat senyum kita menjadi lebih indah hidupnya. tapi jika kita memberikan mereka senyum berarti kita telah menjadi perusak kehidupan mereka. Walah...Walah jangan sampai itu terjadi..
Smile friends!!!^_^ 


http://id.wikipedia.org/wiki/Senyum
http://www.pengembangandiri.com/articles/36/1/Keajaiban-Senyum/Page1.html