senyum....senyum...senyum !!!!
Dalam fisiologi, senyum adalah ekspresi wajah yang terjadi akibat bergeraknya atau timbulnya suatu gerakan di bibir atau kedua ujungnya, atau pula di sekitar mata. Kebanyakan orang senyum untuk menampilkan kebahagian dan rasa senang.
Senyum itu datang dari rasa kebahagian atau kesengajaan karena adanya
sesuatu yang membuat dia senyum, Seseorang sendiri kalau senyum umumnya
bertambah baik raut wajahnya atau menjadi lebih cantik ketimbang ketika
dia biasa saja atau ketika dia marah.
Sang senyum – lengkungan yang menurut Pak Gede Prama
bisa meluruskan banyak hal – adalah hal yang luar biasa. Ia seperti oase di
tengah gurun pasir. Ia seperti setetes
air jernih dari mata air yang bisa menghilangkan dahaga. Ia seperti udara bagi yang tercekik. Ia seperti sumbangan uang bagi fakir miskin
yang dirawat di rumah sakit. Ia seperti
mangga muda bagi ibu muda yang sedang ngidam.
Ia seperti pinjaman uang bagi yang sedang membutuhkan. Ia juga seperti semangkuk mie instan
bagi pengungsi yang kelaparan.
Senyum pada hakikatnya adalah kebutuhan
manusia. Siapa yang senang tersenyum
membuat jiwa, perasaan, pikiran dan fisiknya terpenuhi salah satu kebutuhannya. Bila manusia tidak senang tersenyum, ada luka
di jiwa, rasa dan pikirnya. Sang jiwa
yang terluka membuat hidup dipenuhi kegelisahan. Sang rasa yang terluka membuat hidup tidak
tenang. Sang pikir yang terluka membuat
hidup penuh beban.
Lalu, senyum itu ada aturannya tdk??? hayo siapa tau??
Senyum tulus ada aturannya? Ya, ada.
Aturan ini saya dapat dari dua orang guru saya. Pertama Pak Jamil Azzaini. Kedua, Pak Amir Tengku Ramly. Pertama sekali, saya belajar dari Pak Jamil,
bahwa senyum itu harus 227. Artinya senyum
baru terlihat tulus dengan menarik bibir ke kanan 2 cm, ke kiri 2 cm,
pertahankan minimal selama 7 detik. Bila
kurang dari 7 detik, maka senyum itu akan kehilangan ketulusannya.
Aturan ini lalu disempurnakan oleh Pak Amir. Menurut Pak Amir, senyum itu harus 127. Angka satu artinya sang senyum harus lah
berasal dan bertujuan untuk menyatukan hati. Hati yang
memberi dan menerima senyum. Dengan
begitu, senyum itu berperan sebagai pengikat dan jembatan antara satu diri
dengan diri-diri yang lain. Sedang angka 2 dan 7, maknanya sama dengan
aturannya Pak Jamil..Maka tidak ada salahnya kita tersenyum kan???
tapi nukan berarti terus tersenyum lo,...ya nanti takutnya orang lain salah sangka,, hehe. begitulah teman-teman marilah tersenyum. senyum merupakan anugerah dari Tuhan,..agar kita menggunakannya untuk sesuatu kebaikan. Kebaikan itu adalah membuat orang yang melihat senyum kita menjadi lebih indah hidupnya. tapi jika kita memberikan mereka senyum berarti kita telah menjadi perusak kehidupan mereka. Walah...Walah jangan sampai itu terjadi..
Smile friends!!!^_^
http://id.wikipedia.org/wiki/Senyum
http://www.pengembangandiri.com/articles/36/1/Keajaiban-Senyum/Page1.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar