Minggu, 22 Januari 2012



                        
 SMP NEGERI 1 PONOROGO

  Nama Kelompok:

Ghina Lintangsari (02)
Meisyi Floresta P.    (03)
Novia Gresmana  (05)
Erlinda Maharti      (12)



~       TEMA : PENGENTASAN KEMISKINAN BERDASARKAN SEMANGAT PROKLAMASI MELALUI HUBUNGAN SOSIAL PARA PELAKU-PELAKU EKONOMI
~       JUDUL  : EFISIENSI DAN PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA ALAM(SDA) dan SUMBER DAYA MANUSIA(SDM) DALAM RANGKA PENGENTASAN KEMISKINAN


PENGERTIAN KEMISKINAN
Kemiskinan adalah ketidakmampuan individu dalam memenuhi kebutuhan dasar minimal untuk hidup layak. Kemiskinan merupakan kondisi individu yang berada dalam bawah garis nilai standar kebutuhan minimum baik untuk kebutuhan makanan atau non makanan yang sering disebut dengan garis kemiskinan (poverty line)atau garis kemiskinan (poverty threshold).
Jumlah rupiah yang dikeluarka setiap individu untuk membayar kebutuhan makanan yang setara dengan 2100 kilokalori perorang perhari dan dalam memenuhi kebutuhan yang lain.

JENIS-JENIS KEMISKINAN
o   Kemiskinan  Relatif

Suatu ukuran mengenai kesenjangan di dalam distribusi pendapatan, biasanya dapat didefinisikan dalam kaitannya dengan tingkat rata-rata dari distribusi yang dimaksud.
o   Kemiskinan Absolut
Deajat kemiskinan di bawah, di mana kebutuhan-kebutuhan minimum untuk bertahan hidup tidak dapt terpenuhi.

KEMISKINAN DI INDONESIA
Kemiskinan di Indonesia merupakan salah satu masalah serius yang harus ditangani dengan baik, karena berhubungan dengan kelangsungan hidup negara Indonesia. Jika suatu negara hidup dengan tingkat ekonomi yang cukup tinggi, maka tentu negara tersebut banyak diselimuti masalah, terutama di  bidang ekonomi. Kesejahteraan penduduk menurun. Namun, jika suatu negara hidup dengan tingkat kemiskinan rendah, maka negara tersebut akan mencapai kemakmuran. Di Indonesia sendiri yang masih menjadi negara berkembang, kemiskinan dapat menimbulkan masalah yang tidak hanya di bidang ekonomi. Karena kemiskinan tersebut, tindak kriminalitas bisa meningkat dan menjadi penyebab turunnya kesadaran hukum, seakan-akan norma-norma dan nilai-nilai tatanan hidup tidak berlaku lagi. Untuk mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia, perlu sekali kerja sama antara pemerintah, lembaga-lembaga yang bersangkutan, dan masyarakat Indonesia sendiri. Saling bersatu padu dalam satu tujuan, gotong royong, kerja keras, saling menghormati, saling menghargai, merupakan sikap-sikap yang harus dikembangkan serta di terpakan di Indonesia dalam rangka mengentaskan kemiskinan. Sikap-sikap tersebut merupakan sikap yang sesuai dengan semangat proklamasi yang dipelopori para pahlawan dan pejuang kita yang telah gugur mendahului kita. Sikap tersubut termasuk sikap manghargai jasa-jasa pahlawan, sekaligus meneruskan cita-cita pahlawan kita. Para pahlawan kita memperjuangkan negara Indonesia, karena mereka memiliki tujuan, salah yaitu merdeka di segala aspek kehidupan. Namun, ternyata sampai sekarang ini Indonesia belum merdeka di bidang ekonomi. Untuk itu kita mari berjuang bersama-sama untuk memerdekaan Indonesia di bidang ekonomi.
Kemiskinan di Indonesia disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya:
a.     Persebaran penduduk yang kurang merata
b.     Semangat kerja yang kurang
c.     Korupsi
d.     Kurangnya fasilitas-fasilitas negara untuk mengembangkan skill para tenaga kerja
e.     Kesempatan / lowongan kerja terbatas
f.        Tingkat pendidikan yang masih rendah
g.     Dll
Indonesia memiliki Sumber Daya Alam dan penduduk yang cukup banyak, ini dapat dimanfaatkan untuk mengentaskan kemiskinan. Mungkin Indonesia kurang mampu untuk maju di bidang perindustrian seperti negara Singapura, kerena memang Singapura tidak memiliki SDA (barang tambang) yang berarti. Sedangkan , Indonesia memiliki SDA yang melimpah ruah dan jika penduduk Indonesia punya tekat keras untuk mengurangi kemiskinan serta bersedia mengolah sumber sumber yang ada di Indonesia yang bisa dimanfaatkan untuk mengurangi kemiskinan.
EFISIENSI TERHADAP SUMBER DAYA ALAM
Indonesia kaya akan sumber daya alamnya. Karena Indonesia memiliki tanah-tanah yang subur , Indonesia dijuluki sebagai negara agraris. Ini merupakan peluang sebagai sarana dalam mengentaskan kemiskinan. Banyak lahan yang kosong yang ada di wilayah Indonesia, oleh karena itu perlu dilakukan transmigrasi. Mungkin wilayah Papua dan Sumatera bisa menjadi tujuan dari transmigrasi, kerena 2 wilayah tersebut dilalui jalur pegunungan muda, sehingga sering mengalami peremajaan dari gunung berapi. Peningkatan di sektor pertanian harus terus ditingkatkan. Orang-orang yang ahli di bidang pertanian, harus turut berpartisipasi. Melakukan inovasi-inovasi baru tentang cara bertani yang lebih efektif dan efisien merupakan salah satu tindakan yang dapat dilakukan. Masyarakat tidak boleh menggantungkan semuanya terhadap pemerintah. Secara mandiri, masyarakat harus bergotong royong dalam meningkatkan hasil di sektor pertanian. Contohnya, membentuk kelompok tani. Dengan pembentukan kelompok tani ini, para petani bisa lebih udah untuk mendapatkan barang-barang yang diperlukan dalam bertani, misalnya, bibit yang berkualitas, pupuk, dll.
Dari sebuah data yang kami peroleh, penggunaan kerbau sebagai pembajak sawah lebih hemat, kerena jika petani menggunakan kerbau sebagai pembajak, berarti petani itu telah ikut berpartisipasi dalam penghematan energi, karena yang kita tahu traktor menggunakan bahan bakar solar. Dengan menggunakan kerbau, berarti negara telah menghemat pengeluaran untuk bahan bakar fosil. Di samping itu, penggunaan kerbau lebih ramah lingkungan. Kotoran kerbau juga bisa diolah menjadi pupuk kompos yang ramah lingkungan. Jadi, para petani mendapatkan 3 manfaat sekaligus dari penggunaan kerbau tersebut.  Memang jika menggunakan traktor lebih cepat, namun tidak ada salahnya jika kadang-kadang kita menggunakan kerbau sebagai pembajak.
Laut juga dapat digunakan sebagai sumber devisa negara. Penggunaan teknologi yang lebih canggih dan tetap ramah lingkungan, merepakan salah satu cara dalam meningkatkan hasil di sektor perikanan. Eksploitasi laut tetap harus dijaga, jangan sampai kelewat batas. Penggunaan bahan bakar solar untuk menggerakkan perahu memang tidak salah, namun perlu sedikit dikurangi, supaya lebih hemat. Penghematan tersebut dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan angin laut dan angin darat. Pengolahan hasil laut perlu ditingkatkan agar nilai gunanya meningkat. Tindakan ini memerlukan kreatifitas, inovasi, dan kerja keras agar memperoleh hasil yang memuaskan. Di sini, pemerintah dan lembaga-lembaga masyarakat setidaknya juga berperan dalam membantu peningkatan hasil laut. Misalnya, pemerintah membantu menjual hasil laut tersebut ke luar daerah atau mungkin bisa sampai ke luar negeri, bisa juga membantu dengan membangun Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Sedangkan LSM bisa turut berpartisipasi dengan cara memberikan penyuluhan-penyuluhan mengenai cara menangkap ikan agar lebih efisien atau mungkin membantu masyarkat untuk menemukan ide-ide baru dalam pengolahan hasil laut, agar nilai gunanua lebih tinggi.
Begitu juga dengan efiensi barang tambang, pengeborang minyak di laut lepas, itu merupakan kerja sama dengan orang asing. Di sini, pertanyaan kami, tidak adakah penduduk Inonesia yang mampu dan bersedia mengolah mengeboran minyak tadi? Pasti ada. Tidak sedikit SDM-SDM di Indonesia yang pandai dan cerdik seperti orang-orang asing tersebut. Intinya, yang harus mengolah barang tambang itu harusnya orang Indonesia, karena jika lebih banyak orang asing yang turut mengolah barang tambang tadi, kami yakin bahwa keuntungan yang lebih besar akan diperoleh orang asing tersebut dan pemerintah jika ingin melakukan join venture dengan orang asing harus memperhitungkannya secara matang. Jangan sampai kerja sama itu justru membawa kerugian bagi Indonesia.
Agar pengeluaran negara berkurang, alangkah baiknya jika seluruh warga Indonesia bersedia melakukan penghematan dalam penggunaan bahan bakar fosil. Di samping itu, untuk mengurangi tingkat polusi udara. Yang kami tahu, hanya jarak tidak ada 1 km, banyak orang Indonesia yang menggunakan sepeda motor, padahal kita juga bisa menggunakan sepeda. Lebih murah, hemat, dan sehat. Kebanyakan penduduk Indonesia itu gengsi ataupun takut panasnya terik matahari. Kalau takut akan terik matahari, bisa menggunakan pakaian lengan panjang dan memakai topi. Di daerah Yogyakarta, para pelajar yang rumahnya dengan jarak sekolah kurang dari 3 km, diharuskan naik sepeda. Itu merupakan tindakan yang baik dan harus terus dilanjutkan. Banyak manfaat yang didapat jika menggunakan sepeda tadi.

EFISIENSI SUMBER DAYA MANUSIA
Tingkat pendidikan yang rendah, kemauan kerja yang kurang, fasilitas yang kurang untuk mengolah kreatifitas penduduk dalam rangka mengentaskan kemiskinan merupakan penyebab adanya kemiskinan di Indonesia.
Banyak anak-anak Indonesia yang waktunya masih bersekolah tapi mereka justru bermain di luar jam sekolah, melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat, dan biasanya menjadi terjerumus ke hal-hal yang negatif. Di sini, keluarga sera pemerintah harus bersama-sama mengendalikan anak-anak tadi. Para orang tua harus selalu memberikan kasih sayang, didikan moral yang baik kepada anak-anaknya. Sedangkan pemerintah harus menerapkan kebijakan-kebijakan yang efisien untuk menyelesaikan masalah tersebut. Pendidikan itu sangat penting, karena pendidikan membantu para peserta didik untuk mempersiapkan peranannya di masyarakat atau di dunia kerja. Pelatihan kerja untuk memepersiapkan para tenaga kerja yang profesional, disiplin, dan kerja keras. Tetapi masalahnya, ada segelintir orang Indonesia yang menginginkan hidup kecukupan tetapi mereka malas bekerja. Ini harus segera diatasi. Mereka hanya memikirkan kesenangan pada hari ini, tetapi tidak memperhitungkan kebutuhannya di hari yang akan datang. Ini merupakan sifat yang kurang baik, dan harus di hilangkan. Ada sebuah desa di lingkungan rumah saya yang bekerja keras adalah penduduk usia tidak produktif, sedangkan mereka yang masih usia produktif yang telah menikah dan memasuki usia kerja hanya menggantungkan kebutuhannya kepada orang tuanya. Memang tidak semuanya, tapi itu jangan sampai terjadi lagi.
Karena penyediaan fasilitas pendidikan yang kurang dari pemerintah, banyak pelajar di Indonesia yang justru menempuh pendidikan di luar negeri. Di samping itu, biaya pendidikan dalam negeri mahal. Kebijkan-kebijakan pemerintah mengenai pendidikan harus ditingkatkan. Mungkin, pemerintah bisa lebih memperbanyak bantuan-bantuan bagi para pelajar yang kurang mampu, memperbaiki kurikulum yang ada dengan menyesuaikan kemampuan siswa, serta diklat bagi para tenaga pendidik.
Pemerintah sebaiknya lebih banyak memberikan peluang kepada warga Indonesia yang ahli di bidang tertentu untuk mengeluarkan berbagai ide-idenya dalam rangka memajukan negara Indonesia ini. Pasti para orang-orang terpelajar dari Indonesia juga tidak kalah dari orang-orang asing.
Karena sekarang tindak korupsi banyak, akan lebih baik jika hukum di Indonesia lebih diperketat. Penyuapan,nepotisme, dan sejenisnya harus dihilangkan. Penyuluhan tetang tertiib hukum lebih ditingkatkan. Jika hukum benar-benar ditegakkan, Indonesia pasti akan menjadi negara yang damai, stabilitas terjaga, dan tenteram.
Jika memang Indonesia menginginkan hidup makmur dan jauh dari kemiskinan, perlu adanya kesadaran pribadi dari setiap warga Indonesia. Semua warga Indonesia itu harus tahu sadar akan hidup ini perlu bekerja untuk memenuhi kebutuhan. Masyarakat Indonesia itu tidak harus kaya raya, yang terpenting adalah kecukupan. Semua kebutuhan terutama kebutuhan primer sudah terpenuhi dengan baik. Untuk memenuhi kebutuhan, jangan sampai penduduk Indonesia itu melakukan tindak ekonomi yang tidak bermoral. Semua tindakan yang dilakukan untuk negara ini harus sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945, juga harus sesuai dengan norma-norma yang berlaku di Inddonesia.

KESIMPULAN
Cara mengentaskan kemiskinan dengan efisiensi SDA adalah:
~       Meningkatkan hasil pertanian
~       Penggunaan lahan dengan semaksimal mungkin
~       Penggunaan teknologi yang tetap ramah lingkungan
~       Penyuluhan-penyuluhan dari pemerintah di bidang pertanian dan perikanan
~       Sumber-sumber tambang dan kekayaan alam yang lain harus digunakan untuk seluruh warga Indonesia, bukan warga asing.
~       Melakukan inovasi-inovasi yang bermanfaat bagi berkembangnya ekonomi di Indonesia
~       Perlu adanya kerja sama dari warga dan pemerintah


Cara pengentasan kemiskinan dengan efisiensi SDM adalah:
~       Meningkatkan pendidikan
~       Memperbanyak pelatihan kerja
~       Memperbanyak penyediaan fasilitas untuk mengembangkan potensi para penduduk usia produktif
~       Hukum lebih ditegakkan agar tindak kriminal, terutama korupsi bisa berkurang. Sehingga uang rakyat tidak terbuang sia-sia.
~       Perlunya kesadaran pribadi dari setiap penduduk Indonesia.




***Sekian***






                                                     

Tidak ada komentar: