
SMP NEGERI 1 PONOROGO
Nama Kelompok:
Ghina
Lintangsari (02)
Meisyi
Floresta P. (03)
Novia
Gresmana (05)
Erlinda
Maharti (12)
~
TEMA
: PENGENTASAN KEMISKINAN BERDASARKAN SEMANGAT PROKLAMASI MELALUI HUBUNGAN
SOSIAL PARA PELAKU-PELAKU EKONOMI
~
JUDUL : EFISIENSI DAN PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA
ALAM(SDA) dan SUMBER DAYA MANUSIA(SDM) DALAM RANGKA PENGENTASAN KEMISKINAN
PENGERTIAN
KEMISKINAN
Kemiskinan adalah ketidakmampuan
individu dalam memenuhi kebutuhan dasar minimal untuk hidup layak. Kemiskinan
merupakan kondisi individu yang berada dalam bawah garis nilai standar
kebutuhan minimum baik untuk kebutuhan makanan atau non makanan yang sering
disebut dengan garis kemiskinan (poverty
line)atau garis kemiskinan (poverty
threshold).
Jumlah rupiah yang dikeluarka setiap
individu untuk membayar kebutuhan makanan yang setara dengan 2100 kilokalori
perorang perhari dan dalam memenuhi kebutuhan yang lain.
JENIS-JENIS
KEMISKINAN
o
Kemiskinan Relatif
Suatu
ukuran mengenai kesenjangan di dalam distribusi pendapatan, biasanya dapat
didefinisikan dalam kaitannya dengan tingkat rata-rata dari distribusi yang
dimaksud.
o Kemiskinan
Absolut
Deajat kemiskinan di bawah, di
mana kebutuhan-kebutuhan minimum untuk bertahan hidup tidak dapt terpenuhi.
KEMISKINAN
DI INDONESIA
Kemiskinan di Indonesia merupakan
salah satu masalah serius yang harus ditangani dengan baik, karena berhubungan
dengan kelangsungan hidup negara Indonesia. Jika suatu negara hidup dengan
tingkat ekonomi yang cukup tinggi, maka tentu negara tersebut banyak diselimuti
masalah, terutama di bidang ekonomi.
Kesejahteraan penduduk menurun. Namun, jika suatu negara hidup dengan tingkat
kemiskinan rendah, maka negara tersebut akan mencapai kemakmuran. Di Indonesia
sendiri yang masih menjadi negara berkembang, kemiskinan dapat menimbulkan
masalah yang tidak hanya di bidang ekonomi. Karena kemiskinan tersebut, tindak
kriminalitas bisa meningkat dan menjadi penyebab turunnya kesadaran hukum,
seakan-akan norma-norma dan nilai-nilai tatanan hidup tidak berlaku lagi. Untuk
mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia, perlu sekali kerja sama antara
pemerintah, lembaga-lembaga yang bersangkutan, dan masyarakat Indonesia
sendiri. Saling bersatu padu dalam satu tujuan, gotong royong, kerja keras,
saling menghormati, saling menghargai, merupakan sikap-sikap yang harus
dikembangkan serta di terpakan di Indonesia dalam rangka mengentaskan
kemiskinan. Sikap-sikap tersebut merupakan sikap yang sesuai dengan semangat
proklamasi yang dipelopori para pahlawan dan pejuang kita yang telah gugur
mendahului kita. Sikap tersubut termasuk sikap manghargai jasa-jasa pahlawan,
sekaligus meneruskan cita-cita pahlawan kita. Para pahlawan kita memperjuangkan
negara Indonesia, karena mereka memiliki tujuan, salah yaitu merdeka di segala
aspek kehidupan. Namun, ternyata sampai sekarang ini Indonesia belum merdeka di
bidang ekonomi. Untuk itu kita mari berjuang bersama-sama untuk memerdekaan
Indonesia di bidang ekonomi.
Kemiskinan di Indonesia disebabkan
oleh banyak faktor, diantaranya:
a. Persebaran
penduduk yang kurang merata
b. Semangat
kerja yang kurang
c. Korupsi
d. Kurangnya
fasilitas-fasilitas negara untuk mengembangkan skill para tenaga kerja
e. Kesempatan
/ lowongan kerja terbatas
f.
Tingkat pendidikan
yang masih rendah
g.
Dll
Indonesia memiliki Sumber Daya
Alam dan penduduk yang cukup banyak, ini dapat dimanfaatkan untuk mengentaskan
kemiskinan. Mungkin Indonesia kurang mampu untuk maju di bidang perindustrian
seperti negara Singapura, kerena memang Singapura tidak memiliki SDA (barang
tambang) yang berarti. Sedangkan , Indonesia memiliki SDA yang melimpah ruah
dan jika penduduk Indonesia punya tekat keras untuk mengurangi kemiskinan serta
bersedia mengolah sumber sumber yang ada di Indonesia yang bisa dimanfaatkan
untuk mengurangi kemiskinan.
EFISIENSI
TERHADAP SUMBER DAYA ALAM
Indonesia kaya akan sumber daya
alamnya. Karena Indonesia memiliki tanah-tanah yang subur , Indonesia dijuluki
sebagai negara agraris. Ini merupakan peluang sebagai sarana dalam mengentaskan
kemiskinan. Banyak lahan yang kosong yang ada di wilayah Indonesia, oleh karena
itu perlu dilakukan transmigrasi. Mungkin wilayah Papua dan Sumatera bisa
menjadi tujuan dari transmigrasi, kerena 2 wilayah tersebut dilalui jalur
pegunungan muda, sehingga sering mengalami peremajaan dari gunung berapi.
Peningkatan di sektor pertanian harus terus ditingkatkan. Orang-orang yang ahli
di bidang pertanian, harus turut berpartisipasi. Melakukan inovasi-inovasi baru
tentang cara bertani yang lebih efektif dan efisien merupakan salah satu
tindakan yang dapat dilakukan. Masyarakat tidak boleh menggantungkan semuanya
terhadap pemerintah. Secara mandiri, masyarakat harus bergotong royong dalam
meningkatkan hasil di sektor pertanian. Contohnya, membentuk kelompok tani.
Dengan pembentukan kelompok tani ini, para petani bisa lebih udah untuk
mendapatkan barang-barang yang diperlukan dalam bertani, misalnya, bibit yang
berkualitas, pupuk, dll.
Dari sebuah data yang kami peroleh,
penggunaan kerbau sebagai pembajak sawah lebih hemat, kerena jika petani menggunakan
kerbau sebagai pembajak, berarti petani itu telah ikut berpartisipasi dalam
penghematan energi, karena yang kita tahu traktor menggunakan bahan bakar
solar. Dengan menggunakan kerbau, berarti negara telah menghemat pengeluaran
untuk bahan bakar fosil. Di samping itu, penggunaan kerbau lebih ramah
lingkungan. Kotoran kerbau juga bisa diolah menjadi pupuk kompos yang ramah
lingkungan. Jadi, para petani mendapatkan 3 manfaat sekaligus dari penggunaan
kerbau tersebut. Memang jika menggunakan
traktor lebih cepat, namun tidak ada salahnya jika kadang-kadang kita
menggunakan kerbau sebagai pembajak.
Laut juga dapat digunakan sebagai
sumber devisa negara. Penggunaan teknologi yang lebih canggih dan tetap ramah
lingkungan, merepakan salah satu cara dalam meningkatkan hasil di sektor
perikanan. Eksploitasi laut tetap harus dijaga, jangan sampai kelewat batas.
Penggunaan bahan bakar solar untuk menggerakkan perahu memang tidak salah,
namun perlu sedikit dikurangi, supaya lebih hemat. Penghematan tersebut dapat
dilakukan dengan cara memanfaatkan angin laut dan angin darat. Pengolahan hasil
laut perlu ditingkatkan agar nilai gunanya meningkat. Tindakan ini memerlukan
kreatifitas, inovasi, dan kerja keras agar memperoleh hasil yang memuaskan. Di
sini, pemerintah dan lembaga-lembaga masyarakat setidaknya juga berperan dalam
membantu peningkatan hasil laut. Misalnya, pemerintah membantu menjual hasil
laut tersebut ke luar daerah atau mungkin bisa sampai ke luar negeri, bisa juga
membantu dengan membangun Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Sedangkan LSM bisa
turut berpartisipasi dengan cara memberikan penyuluhan-penyuluhan mengenai cara
menangkap ikan agar lebih efisien atau mungkin membantu masyarkat untuk
menemukan ide-ide baru dalam pengolahan hasil laut, agar nilai gunanua lebih
tinggi.
Begitu juga dengan efiensi barang
tambang, pengeborang minyak di laut lepas, itu merupakan kerja sama dengan
orang asing. Di sini, pertanyaan kami, tidak adakah penduduk Inonesia yang
mampu dan bersedia mengolah mengeboran minyak tadi? Pasti ada. Tidak sedikit
SDM-SDM di Indonesia yang pandai dan cerdik seperti orang-orang asing tersebut.
Intinya, yang harus mengolah barang tambang itu harusnya orang Indonesia,
karena jika lebih banyak orang asing yang turut mengolah barang tambang tadi,
kami yakin bahwa keuntungan yang lebih besar akan diperoleh orang asing
tersebut dan pemerintah jika ingin melakukan join venture dengan orang asing harus memperhitungkannya secara
matang. Jangan sampai kerja sama itu justru membawa kerugian bagi Indonesia.
Agar pengeluaran negara berkurang,
alangkah baiknya jika seluruh warga Indonesia bersedia melakukan penghematan
dalam penggunaan bahan bakar fosil. Di samping itu, untuk mengurangi tingkat
polusi udara. Yang kami tahu, hanya jarak tidak ada 1 km, banyak orang
Indonesia yang menggunakan sepeda motor, padahal kita juga bisa menggunakan
sepeda. Lebih murah, hemat, dan sehat. Kebanyakan penduduk Indonesia itu gengsi
ataupun takut panasnya terik matahari. Kalau takut akan terik matahari, bisa
menggunakan pakaian lengan panjang dan memakai topi. Di daerah Yogyakarta, para
pelajar yang rumahnya dengan jarak sekolah kurang dari 3 km, diharuskan naik
sepeda. Itu merupakan tindakan yang baik dan harus terus dilanjutkan. Banyak
manfaat yang didapat jika menggunakan sepeda tadi.
EFISIENSI
SUMBER DAYA MANUSIA
Tingkat pendidikan yang rendah,
kemauan kerja yang kurang, fasilitas yang kurang untuk mengolah kreatifitas
penduduk dalam rangka mengentaskan kemiskinan merupakan penyebab adanya
kemiskinan di Indonesia.
Banyak anak-anak Indonesia yang
waktunya masih bersekolah tapi mereka justru bermain di luar jam sekolah,
melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat, dan biasanya menjadi terjerumus ke
hal-hal yang negatif. Di sini, keluarga sera pemerintah harus bersama-sama
mengendalikan anak-anak tadi. Para orang tua harus selalu memberikan kasih
sayang, didikan moral yang baik kepada anak-anaknya. Sedangkan pemerintah harus
menerapkan kebijakan-kebijakan yang efisien untuk menyelesaikan masalah
tersebut. Pendidikan itu sangat penting, karena pendidikan membantu para
peserta didik untuk mempersiapkan peranannya di masyarakat atau di dunia kerja.
Pelatihan kerja untuk memepersiapkan para tenaga kerja yang profesional,
disiplin, dan kerja keras. Tetapi masalahnya, ada segelintir orang Indonesia
yang menginginkan hidup kecukupan tetapi mereka malas bekerja. Ini harus segera
diatasi. Mereka hanya memikirkan kesenangan pada hari ini, tetapi tidak
memperhitungkan kebutuhannya di hari yang akan datang. Ini merupakan sifat yang
kurang baik, dan harus di hilangkan. Ada sebuah desa di lingkungan rumah saya
yang bekerja keras adalah penduduk usia tidak produktif, sedangkan mereka yang
masih usia produktif yang telah menikah dan memasuki usia kerja hanya
menggantungkan kebutuhannya kepada orang tuanya. Memang tidak semuanya, tapi
itu jangan sampai terjadi lagi.
Karena penyediaan fasilitas
pendidikan yang kurang dari pemerintah, banyak pelajar di Indonesia yang justru
menempuh pendidikan di luar negeri. Di samping itu, biaya pendidikan dalam
negeri mahal. Kebijkan-kebijakan pemerintah mengenai pendidikan harus
ditingkatkan. Mungkin, pemerintah bisa lebih memperbanyak bantuan-bantuan bagi
para pelajar yang kurang mampu, memperbaiki kurikulum yang ada dengan
menyesuaikan kemampuan siswa, serta diklat bagi para tenaga pendidik.
Pemerintah sebaiknya lebih banyak
memberikan peluang kepada warga Indonesia yang ahli di bidang tertentu untuk
mengeluarkan berbagai ide-idenya dalam rangka memajukan negara Indonesia ini.
Pasti para orang-orang terpelajar dari Indonesia juga tidak kalah dari
orang-orang asing.
Karena sekarang tindak korupsi
banyak, akan lebih baik jika hukum di Indonesia lebih diperketat.
Penyuapan,nepotisme, dan sejenisnya harus dihilangkan. Penyuluhan tetang
tertiib hukum lebih ditingkatkan. Jika hukum benar-benar ditegakkan, Indonesia
pasti akan menjadi negara yang damai, stabilitas terjaga, dan tenteram.
Jika memang Indonesia menginginkan
hidup makmur dan jauh dari kemiskinan, perlu adanya kesadaran pribadi dari
setiap warga Indonesia. Semua warga Indonesia itu harus tahu sadar akan hidup
ini perlu bekerja untuk memenuhi kebutuhan. Masyarakat Indonesia itu tidak
harus kaya raya, yang terpenting adalah kecukupan. Semua kebutuhan terutama
kebutuhan primer sudah terpenuhi dengan baik. Untuk memenuhi kebutuhan, jangan
sampai penduduk Indonesia itu melakukan tindak ekonomi yang tidak bermoral.
Semua tindakan yang dilakukan untuk negara ini harus sesuai dengan Pancasila
dan UUD 1945, juga harus sesuai dengan norma-norma yang berlaku di Inddonesia.
KESIMPULAN
Cara mengentaskan kemiskinan dengan
efisiensi SDA adalah:
~
Meningkatkan hasil
pertanian
~
Penggunaan lahan
dengan semaksimal mungkin
~
Penggunaan
teknologi yang tetap ramah lingkungan
~
Penyuluhan-penyuluhan
dari pemerintah di bidang pertanian dan perikanan
~
Sumber-sumber
tambang dan kekayaan alam yang lain harus digunakan untuk seluruh warga
Indonesia, bukan warga asing.
~
Melakukan
inovasi-inovasi yang bermanfaat bagi berkembangnya ekonomi di Indonesia
~
Perlu adanya kerja
sama dari warga dan pemerintah
Cara
pengentasan kemiskinan dengan efisiensi SDM adalah:
~
Meningkatkan
pendidikan
~
Memperbanyak
pelatihan kerja
~
Memperbanyak
penyediaan fasilitas untuk mengembangkan potensi para penduduk usia produktif
~
Hukum lebih
ditegakkan agar tindak kriminal, terutama korupsi bisa berkurang. Sehingga uang
rakyat tidak terbuang sia-sia.
~
Perlunya kesadaran
pribadi dari setiap penduduk Indonesia.
***Sekian***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar